Antara Qurban dan Aqiqah, Mana yang Harus didahulukan?


Aqiqah Jogja - Islam itu unik, berbagai ibadah yang disunahkan maupun diwajibkan dalam Islam kadangkala mempunyai banyak kesamaan jenis. Salah satu yang lumayan sering jadi bahan diskusi di masyarakat adalah perdebatan antara qurban dan aqiqah, mana yang harus didahulukan?

Jika berbicara berkenaan keutamaan ibadah qurban dan aqiqah, seluruh dikembalikan lagi ke pembahasan yang paling mendasar yakni berkenaan bagaimana hukum Islam yang kompleks tapi saling terkait memposisikan ibadah qurban dan aqiqah.

Pertama, yang harus diselesaikan adalah bagaimana hukum aqiqah dalam Islam? Hukum menyelenggarakan aqiqah bersama dengan dua ekor kambing untuk anak laki-laki maupun satu ekor kambing untuk anak perempuan adalah sunnah, bukan wajib. Dalil yang secara memahami menyatakan hukum aqiqah diriwayatkan Ahmad berasal dari ‘Amr bin Syuaib berasal dari ayahnya berasal dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda;

“Barangsiapa di antara kalian tersedia yang senang untuk berqurban (melakukan aqiqah) untuk anakanya, maka silakan melakukannya. Untuk satu putra bersama dengan dua kambing dan untuk satu putri bersama dengan satu kambing” (H.R. Ahmad)

Mengapa sanggup digolongkan sebagai sunnah? Seandainya menyelenggarakan aqiqah itu wajib, maka Rasulullah dalam hadits di atas tidak bakal menyatakan aqiqah bersama dengan istilah “mahabbah” atau “kesukaan” yang secara eksplisit dicantumkan dalam kalimat “barangsiapa di antara kalian tersedia yang suka”. Karena itulah, tersedia indikasi yang menguatkan bahwa penyelenggaraan aqiqah itu adalah sunnah.

Dari satu hadits yang diriwayatkan oleh Samurah pun disebutkan bahwa, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara bersama dengan aqiqah dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ke tujuh, dicukur, dan diberikan nama untuknya (H.R. Abu Dawud)

Melalui dalil di atas jadi makin lama memahami selagi pelaksanaan aqiqah tersedia di hari ke tujuh berasal dari hari kelahirannya tapi terkecuali orang tua si anak tidak mempunyai kebolehan untuk mengaqiqahkan pada hari ketujuh maka Ia dibolehkan untuk mengaqiqahkan pada hari ke-14, hari ke-21, atau pada selagi kapanpun Ia mempunyai kelapangan rezeki untuk itu. Sehingga makin lama menguatkan bahwa aqiqah seluruhnya diserahkan pada kebolehan dan kelapangan rezeki si orang tua.

Lalu bagaimana simpulannya? Antara qurban dan aqiqah mana yang harus dilakukan?

Jika seorang muslim dihadapkan pada dua pilihan antara qurban dan aqiqah, maka ke dua pilihan itu tak usah hingga membebankan pikirannya, dikarenakan sebaiknya dana yang dimilikinya didahulukan untuk qurban terutama dahulu.

Dikarenakan qurban itu mempunyai keutamaan hukum yang lebih dahulu dibandingkan aqiqah. Perintah berqurban itu hukumnya Sunnah Muakkad atau Sunnah yang dikuatkan. Dalam Q.S Al Kautsar ayat 2 memahami dicantumkan firman Allah:

“Shalatlah untuk Rabbmu dan berkurbanlah, (Q.S Al-Kautsar: 2)

0 Response to "Antara Qurban dan Aqiqah, Mana yang Harus didahulukan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel